Kilas Balik
Pengembangan TP2CI diinisiasi melalui Land4Lives atau Lahan untuk Kehidupan, sebuah prakarsa untuk meningkatkan ketahanan masyarakat rentan, terutama perempuan, dalam menghadapi dinamika perubahan iklim.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh World Agroforestry (ICRAF) Indonesia di bawah arahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan bekerja sama dengan pemerintah di tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Land4Lives berkegiatan sejak Maret 2021 hingga Maret 2027, dengan dukungan Global Affairs Canada.
Di tingkat tapak, Land4Lives berupaya memperkuat penghidupan dan ketahanan pangan, bekerja secara langsung dengan petani dan masyarakat untuk membangun: 1) pertanian yang cerdas iklim, 2) akses pembiayaan yang inovatif, 3) rantai nilai dan pasar yang adil, serta 4) pengetahuan dan akses terhadap pangan lokal yang bergizi.
Selama berkegiatan di 36 desa di 3 provinsi, telah terbentuk banyak lokasi belajar, baik itu kebun agroforestri, tambak, kebun dapur, maupun unit usaha berbasis lahan, yang dikelola oleh petani-petani pelopor yang mau belajar dan bertumbuh. Petani-petani ini tidak hanya belajar, tetapi juga telah mencoba dan mempraktikkan prinsip-prinsip cerdas iklim selama berproses hampir 5 tahun.
Meluaskan Dampak Melalui TP2CI
Seiring waktu, para petani pelopor mulai bertumbuh tidak hanya terampil mempraktikkan, tetapi juga juga menyampaikan pembelajarannya pada petani lain.
Petani pelopor dari berbagai desa tetangga kemudian membentuk TP2CI, sebuah wadah komunikasi dan belajar silang dari petani ke petani. TP2CI dikelola secara swadaya oleh beberapa orang tim inti yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi, baik di dalam desa maupun luar desa.
Cerita tentang pengetahuan, praktik baik, dan pembelajaran ini sayang sekali jika berhenti begitu saja dalam ruang lingkup desa yang sempit. Agar dampak yang dirasakan oleh petani pelopor ini dirasakan lebih luas, TP2CI kemudian terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar pertanian cerdas iklim.
Selain untuk berbagi pengetahuan, TP2CI juga sejalan dengan upaya pengelolaan bentang lahan yang berkelanjutan; tidak hanya bagi saat ini tetapi juga untuk generasi yang akan datang guna mewujudkan penghidupan yang tangguh iklim.
Apa saja yang bisa dipelajari?
TP2CI menawarkan pengalaman belajar tematik dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Materinya juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lokasi, menjawab tantangan perubahan iklim yang juga khas di masing-masing daerah.
Beberapa contoh materi yang bisa dipelajari, di antaranya:
Perancangan dan pengembangan agroforestri berbasis komoditas lokal dan komersial
Pemanfaatan bahan organik di sekitar untuk pupuk dan pestisida nabati
Penyiapan lahan tanpa metode bakar
Perancangan dan pengembangan kebun dapur pekarangan untuk ketahanan pangan dan gizi rumah tangga
Pembibitan komunal dan perbanyakan bibit unggul tanaman
Pengolahan hasil hutan dan kebun
Pemasaran produk olahan kebun
Integrasi tambak silvofishery dan mina padi
Integrasi kebun dan kolam ikan air tawar
Integrasi kebun dan hewan ternak
Konservasi tanah dan tata kelola air di lahan
- Your cart is empty Browse Shop